Prof. Dr. drh. Aulanni’am : Alat ini sudah mendapat hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 2010 lalu.
MALANG, EXTREMMEPOINT.COM : - Prof. Dr. drh. Aulanni’am, Dosen Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Dialah dosen dan peniliti dari Fakultas MIPA Unibraw Malang yang menemukan alat kontrasepsi yang tak berdampak, hal ini layak dibanggakan oleh Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Alat kontrasepsi yang diciptakan Profesor Aulanni'am yang juga Alumni Universitas Airlangga itu, tak akan mengakibatkan kanker dan kegemukan seperti yang ditakuti banyak kaum hawa.
"Alat kontrasepsi selama ini berbasis hormonal. Sehingga terjadi fluktuasi hormon dalam tubuh yang menyebabkan kanker dan kegemukan. Sedangkan alat kontrasepsi yang (ditemukan) ini bisa bertahan sesuai dosis yang ditentukan yaitu dengan cara vaksin kontrasepsi itu atau disuntikkan kepada akseptor perempuan,” jelas Aulanni’am peneliti terbaik versi Dirjen Dikti 2011 ini kepada extremmepoint.com.
Dia menambahkan, “Alat ini sewaktu-waktu dapat dilepas jika akseptor ingin mempunyai anak lagi. Alat ini sudah mendapat hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 2010 lalu. Dan penelitian ini diketuai oleh Profesor Sutiman, serta diperlukan waktu 15 tahun, hal ini telah didanai oleh Bio Farma, Kementerian Kesehatan, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi."
Masih Aulanni’am, "Fertilisasi atau pembuahan tidak akan terjadi karena molekul zona pellucida-3 (ZP3) itu, berfungsi sebagai reseptor atau mengenali sperma. Jika anti bodi disuntik ke tubuh maka molekul akan mengikat ZP3. Sehingga struktur protein berubah dan tak mengenal sperma," jelasnya.
“Vaksin kontrasepsi ini, telah diujicobakan terhadap kelinci, tikus dan monyet ekor panjang atau Makaka vesicularis yang tersertifikasi. Sekarang, kami hanya tinggal menunggu uji klinis yang diterapkan pada manusia. Hasil temuannya ini akan diproduksi massal 2013 mendatang," kata perempuan berjilbab itu dengan tersenyum.
“Bahan bakunya juga halal dan aman, karena proteinnya berasal dari sel telur sapi. Sedangkan proteinnya sapi identik dengan manusia, dan asam aminonya sapi hanya berbeda satu. Vaksin tersebut halal dan aman untuk digunakan pada manusia," pungkasnya.

service PC, notebookHardware, softwarewindows xp, vista, macMake Original SoftwareJl. KArtini 30 Surabaya 
KANTOR HUKUM/ LAW FIRM