DENPASAR, EXTREMMEPOINT.COM : - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Rabu (21/12), di Pelabuhan Benoa, Denpasar mencanangkan pembangunan jalan tol dan underpass di Bali. Tol sepanjang 12 Kilometer hasil konsorsium 7 perusahaan BUMN yang dibangun di atas permukaan air laut ini akan menghubungkan jalur Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua. Sedangkan jalan underpass sepanjang 400 meter akan menghubungkan rute jalan By Pass bundaran patung Dewa Ruci (simpang siur)-Ngurah Rai-Sunset Road.
Ini nantinya merupakan jalan tol dan underpass pertama di Bali yang diharapkan dapat mengatasi kemacetan arus lalu lintas yang sudah sangat memprihatinkan sekarang ini. "Dengan adanya pembangunan sarana jalan tol dan underpass ini diharapkan dapat menjadi jawaban guna mengatasi arus lalu lintas di Bali," ujar Kirmanto kepada pers, seusai acara pencanangan jalan tol dan underpass tersebut.
Dia menyebutkan, jalan tol dan underpass di Bali juga akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi koridor Bali-Nusa Tenggara. Dana yang dialokasikan untuk pembangunan tol ini, menurutnya, sekitar Rp 2,4 triliun. Sedangkan pembangunan jalan underpass diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 136 miliar. Kirmanto berharap kedua fasilitas jalan ini tidak hanya berkualitas, tapi juga ramah lingkungan. "Ini harus sejalan degan misi kementerian PU yg ramah lingkungan," paparnya.
Kirmanto menyatakan, pembangunan jalan tol ini akan rampung seluruhnya selama sekitar 14 bulan atau sebelum digelarnya pertemuan APE0 di Nusa Dua, Bali pada 2013 mendatang. Demikian pembangunan jalan underpass itu, ditargetkan selesai Mei 2013 nanti.
Jalan tol yang telah lama dinantikan masyarakat di Bali ini, lanjut Kirmanto, nantinya bisa dilalui kendaraan roda 2 dan lebih. "Pembangunan jalan tol diatas permukaan air laut ini merupakan karya anak bangsa," tuturnya. Pada saat pencanangan pembangunan jalan tol ini juga dilakukan penanaman sebanyak 13 ribu pohon mangrove di sepanjang rute tol tersebut.
Megaproyek ini dikerjakan oleh Pelindo III, Jasa Marga, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya (Persero), PT Angkasa Pura I Persero dan PT Hutama Karya, PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero), dan konstruksinya dengan tiang pancang majemuk di atas rawa di perairan dangkal serta tanah lunak.
Menteri BUMN Dahlan Iskan merasa kagum dengan pembangunan proyek jalan tol dan underpass ini karena ditargetkan rampung sangat cepat, yakni sekitar 14 bulan. Hal ini berbeda ketika dibangunnya jalan tol di Surabaya, Jatim beberapa waktu lalu yang rampung sekitar 12 tahun.
Namun Dahlan mengingatkan agar pembangunan kedua sarana jalan ini harus tetap memprioritaskan kualitas.
Setelah di Bali, kata Dahlan, pembangunan sarana jalan yang sama juga akan dilakukan di wilayah Sumatera. Terkait dengan hal ini Dahlan memberikan peluang bagi perusahaan daerah (perusda) untuk ikut ambil bagian menanamkan modalnya melalui pola kerja sama dengan perusahaan BUMN.
"Pembangunan jalan tol tidak lagi Jawa sentris, tapi akan dilanjutkan di Sumatera, sehingga pertumbuhan perekonomian tidak terhambat karena tidak adanya sarana jalan tol," papar Dahlan.(TETY)






service PC, notebookHardware, softwarewindows xp, vista, macMake Original SoftwareJl. KArtini 30 Surabaya 
KANTOR HUKUM/ LAW FIRM