PNS Guru Dilarang Keras "NYAMBI" ,Sangsi Wajib Letakan Jabatan serta Mundur

Tuesday, 06 November 2012 22:21 Benhard
E-mail Print PDF


BANYUWANGI,EXTREMMEPOINT.COM: - Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya tenaga pengajar (guru), di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, dilarang keras melakukan pekerjaan Side Job (Kerjaan sampingan/red) , seperti mengajar di sekolah Swasta atau jadi Kepala Sekolah di Swasta untuk tambahan diluar dinas negeri.Hal ini sudah tidak ada alasan lagi bagi PNS guru untuk mencari tambahan penunjang ekonomi, karena guru sudah bersetifikasi dan lebih dari cukup.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs. Sulihtiyono,MPd, dihubungi pekan lalu, di ruang kerja, terkait larangan PNS guru negeri yang tidak boleh nyambi menjadi guru swasta dan kepala sekolah di swasta, serta dosen di PTS, membenarkan  adanya hal itu.

"Terus terang PNS khususnya Guru sekarang sudah banyak yang sudah sertifikasi, jadi harapan kami untuk Guru Negeri jangan nyambi untuk ngajar atau jadi kepala sekolah swasta."Jelas Sulihtiyono  kepada extremmepont.com

Ia menambahkan," Tindakan tersebut adalah larangan keras serta diatur dalam Undang-undang dan PP tentang larangan-larangan PNS. Dan kewenagan penindakan untuk PNS guru yang statusnya SMPN,SMAN/SMKN, dari Dinas, Namun untuk yang SDN penindakan juga dari Dinas, tetapi melalui UPTD TKSD Kecamatan, sesuai diatur PP No 53 tahun 2010, UPTD merupakan SKPD tersendiri serta lebih jelas datanya ,Mohon Mas Wartawan langsung ke Sekretaris Dinas guna konfirmasi terkait langsung hasil data lapangan dari Pengawas Internal kami,"Tambah Kadis yang akrab dengan para insan Pers.

Ditempat terpisah,Sekretaris Dinas Pendidikan, Drs. Dwi Yanto, MPd, diruang kerjanya juga menuturkan tentang larangan – larangan PNS khusus guru, utamanya guru Negeri. Karena PNS guru sejak sebelum adanya program sertifikasi guru sampai dengan adanya sertifikasi guru dan kepala sekolah, sebenarya Undang – undang dan PP sudah mengatur tentang larangan – larangan PNS untuk nyambi. Khususnya guru negeri memang banyak nyambi untuk mengajar dan jadi KS di swasta. Guru – guru yang nyambi kebanyakan sudah melakukan sertifikasi, yang sudah lebih dari cukup penghasilan yang di bayar dari pemerintah, masak masih ditambah kerja sambianya di sekolah swasta. Dan larangan itu tidak hanya mengajar atau jadi KS di swasta bagi PNS guru,melainkan guru PNS yang mengajar jadi dosen difinitif atau kompeten di perguruan tinggi swasta. Hal ini kami pihak dinas lewat pengawas TKSD, dan pengawas Dikmen untuk mendata guru – guru PNS yang mengajar diluar lembaga sekolah swasta.”Tutur Dwi kepada extremmepoint.com.Senin 10.00 Wib (06/2012)

Ia menambahkan," Bagi PNS guru yang masih  melakukan aktifitas sambian di luar lembaga pendidikan negeri dan  tidak mau mundur harus menerima hukuman yang diatur dalam Undang – undang dan PP. Serta Coundit(Penilaian Pribadi kerja/red) bagi PNS guru adalah tambahan bukti telah adanya Pelanggaran aturan tersebut serta kesemuanya itu kami jalankan sebagai Pengawal Undang-undang khususnya Pendidikan,".Tambahnya.

Masih Dwi yanto," Sosialisai tentang larangan PNS guru Dilarang nyambi atau kerja di lembaga pendidikan swasta seperti mengajar di SDN,SMPN,SMAN/SMKN,menjadi kepala sekolah,dosen tetap dan kompeten di perguruan tinggi swasta sudah lama dilakukan, atau sejak sebelum saya jadi sekretaris. Dan guru seorang personil PNS intelektual, yang artinya kalau ada guru PNS menyalahkan pihak dinas atas nama pemerintah melarang keras atas hal – hal itu, terus tidak mau mengundurkan diri dari lembaga swastanya, dan atau tidak mau juga memngajukan untuk DPK (diperbantukan), walaupun dalam aktivitas mengajar, guru dan kepala sekolah, serta kompeten PTS di luar jam mengajar dari lembaga negeri, saya yakin itu hanya alasan dan siap menerima coundit atau hukuman berupa sangsi  dari pemerintah sesuai pelanggaranya serta hal itu semua saya yakin semua PNS guru tahu  akan aturan dan larangan – laranganya.”Tegasnya kepada extremmepont.com.

Hal senada ,saat extremmepoint.com konfirmasi terkait dengan banyaknya oknum Guru melakukan Side Job (Kerja sampingan/red)  Ketua LSM TELINGA LEBAR Benhard Manurung,SH,Mhum mengatakan,"Saya salut ,kagum dengan Kadis  dan Sekretaris Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang sudah berani menjalankan aturan Undang-undang/PP serta memberikan sangsi tegas terhadap  Guru yang melakukan pelanggaran serta kami juga berharap kiranya tindakan,ketegasan,keberanian Kadis sampai jajaran bawahannya di jadikan contoh yang terpuji serta harus diikuti daerah lain,"Tegasnya di Hotel Singasana Surabaya.Senin 18.00 Wib (06/2012).

Ditempat terpisah,Sumber extremmepoint.com merupakan  Salah satu guru negeri yang jadi Kepala sekolah SMK Swasta di Banyuwangi yang enggan disebut namanya mengatakan ,"Kami dengan tegas menyatakan bahwa dengan adanya larangan PNS guru yang nyambi diluar dinas, Apa itu ngajar di sekolah swasta, jadi kepala sekolah serta  mengajar sebagai Dosen berkompeten di perguruan tinggi (PTS) swasta, kami dan rekan sesama jajaran kepala sekolah swasta yang personilnya dari PNS guru siap mengindahkan, bahkan siap juga untuk mundur sebagai KS, asalkan pihak Dinas bijak serta konsekwen serta  tidak boleh tebang pilih. Artinya Pihak Dinas harus membersihkan para PNS guru yang aktif mengajar sebagai Dosen serta menjadi kompeten di pergurauan tinggti swsta yang ada di Banyuwangi.  Pihak kami dan rekan sesama KS (Kepala Sekolah/red) Swasta khususnya SMK swasta siap kapapun meletakan jabatan KS.” Tegas salah satu KS SMK Swasta di Banyuwangi.Senin 09.00 Wib (06/2012). ( MHBT )

 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Last Updated ( Thursday, 08 November 2012 09:33 )